Tidak. Tidak hujan hari ini. Beberapa orang menyebutnya gerimis. Aku lebih suka menyebutnya ini hanyalah udara yang mengembun perlahan, namun enggan jatuh. Aku duduk di pelataran tanpa alas dan tanpa atap. Diam saja melihat langit-langit. Sesekali mataku menutup menghalangi air yang mencoba masuk. Kini masih saja teringat tentang kemarin.
Tentang kau yang menangis tiba-tiba. Memang bisa ku lihat sebelumnya kau sibuk menata wajah menahan air mata. Mungkin kau berpikir untuk menangis ketika di belakangku. Berwajah sedih, membiarkan semuanya tumpah tanpa aku tahu apa-apa. Menangis dengan aku yang biasa saja.
Kenapa sayang? Mengapa sejauh itu kau ingin menutupinya..? Pernahkah aku marah ketika kau menangis?
Sakit? Mengapa diam saja? Aku bukan peramal yang bisa mengetahui segala sesuatunya. Tapi… Memang begini adanya. Kita pernah berbincang berdua, bercengkrama tentang dua bahasa kita yang berbeda. Tentang bahasa tubuhmu, tentang bahasa verbalku. Aku, pria, memintamu untuk bicara dalam bahasaku. Namun, wanita, sungguh sulit untuk bisa belajar bahasamu. Tapi bukan berarti tidak bisa. Hanya saja butuh waktu. Namun agaknya aku sudah kehabisan waktu. Melewatkan banyak waktu. Sayang, losing you is painful to me.
Everybody needs a little time away from each other. Even lovers need a holiday far away from each other. Hold me now it’s hard for me to say I’m sorry. I just want you to stay with me. And after all that you’ve been through I will make it up to you.
I promise you, baby, and after all that’s been said and done you’re just a part of me I can’t let go…
Couldn’t stand to be kept away. Not for a day from your body, not even a day. Wouldn’t want to be swept away far away from the one that I love.
It’s hard for me, to say I’m sorry, I just want you to know…
Kau bilang jangan lagi mencoba, bahkan memikirkan untuk menghubungimu. Tidak dengan SMS, tidak dengan telepon, surat jenis apapun, semuanya. Tidak. Kau katakan tidak. Tapi sayang, bisakah kau dengar lagu ini barang sebentar saja? Bisa kan??
Ku bilang bukan hujan hari ini. Hanya embun yang enggan jatuh. Hanya saja, sekarang, lebih banyak embun.
I’ve heard the song kok, and I love it..
)